Showing posts with label Soapmaking. Show all posts
Showing posts with label Soapmaking. Show all posts

Monday, February 2, 2015

Kursus Sabun Mahal? atau: Ngapain kursus?

Ini pernyataan atau pertanyaan yang sering muncul. 
Banyak email maupun whatsapp yang masuk menanyakan kursus lalu menyatakan overbudget, mahal, dan lain lain. Ada juga yang bilang, kalo via googling atau youtube banyak tutorialnya, ngapain kursus? Ada lagi: di tempat lain lebih murah. Untuk kursus yang lebih murah, tanyakan dulu apa saja materi yang diajarkan, kelas private 1 on 1? ada konsultasi setelah kursus?  

Nah, ini perlu ada murid yang berbesar hati untuk bersedia menuliskan testimoni dan memberikan tambahan pada komentar, kalau dari saya doang alasannya, nanti terasa seperti promosi, hehehehe....

Beberapa alasan kenapa kursus antara lain:

  1. Di dunia maya, Anda melihat prosesnya, ada resepnya, dan  Anda MEMANG bisa membuat sabun sesuai dengan resep yang SESUAI dan SAMA PERSIS dengan yang anda lihat di youtube maupun internet. Tapi.... apakah Anda bisa menciptakan resep Anda sendiri? Apakah resep tersebut sudah Anda cek tentang soap quality nya? (Hardness, bubbly, conditioning, creamy, etc etc).
  2. Apakah Anda tahu jenis jenis oil tertentu yang mudah rancid? Pemakaian oil yang mudah rancid ada maksimumnya agar sabun Anda tidak mudah DOS (Dreaded Orange Spot).
  3. Apakah Anda diberitahu tentang tips dan trick membuat sabun untuk iklim panas dan humidity di Indonesia? Beberapa resep harus dimodifikasi untuk iklim Indonesia jika tidak ingin sabun Anda cepat rusak.
  4. Apakah Anda diberitahu tentang cara memperpanjang shelf life oil yang cepat rancid?
  5. Apakah Anda diberitahu tentang superfatting, water discount, dan istilah istilah dunia persabunan lain?
  6. Apakah Anda tahu tentang how to handle bad behaving FO?
  7. Tahu bagaimana membuat sabun lebih keras? Membuat sabun lebih banyak busa?
Itu baru beberapa alasan yang bisa saya ingat.
Jika Anda memiliki pengalaman bertahun tahun dalam satu bidang tertentu, lalu Anda berbagi ilmu tersebut (yang Anda peroleh dari hasil pengalaman, praktek, riset selama tahun tahun tersebut), apakah Anda mau langsung memberikan rahasia Anda begitu saja? Kalau ada yang mau, saya mau mengajukan diri untuk belajar :D

Sebagai perbandingan, ini ada beberapa kursus soapmaking dari luar (sebagian ada yang online), lalu bandingkanlah dengan fee kursus sabun di Indonesia. Perlu diingat juga, kelas private/public, praktek/tidak (online course anda harus praktek sendiri).  Modul apa saja yang diajarkan? apakah hot process sudah termasuk di dalamnya atau tidak?

Little Soap Company, GBP 285 (one on one)
Soap School, start from GBP 99
Bathalchemylab, USD 89
Joan Morais (Online) USD 39.99
coe-onlinetrainingcourses, GBP 127
udemy.com, $90 for beginner soapmaking

Rata rata kursus di luar negri jauh lebih mahal dibanding di Indonesia. Materi saya mengacu pada materi cold process soap making di US, bahkan sudah saya rangkum teorinya sampai ke level advance. Anda tinggal prakteknya saja.

Ada yang mau menambahkan?






Friday, May 23, 2014

Brine Soap




Dua bulan belakangan ini, kami mengeluarkan varian baru yang disebut Brine Soap. Belum sempat upload ke webstore, seluruh Brine Soap sudah terjual habis (lebih dari 40 bar).

Apa sih Brine Soap itu?

Pernah dengar yang namanya Salt Bar? kalau dalam salt bar, garam ditambahkan pada saat trace sebelum dimasukkan ke dalam cetakan. Hasilnya adalah sabun yang bertekstur, keras dan ada efek scrubbing dari butiran kasar garam.

Brine soap sama dengan salt bar, hanya saja garamnya dilarutkan di air sebelum ditambahkan NaoH. Hasilnya adalah sabun yang sama kerasnya dengan benefit yang sama dengan salt bar, tanpa efek scrubbing tentunya karena garam sudah dilarutkan.

Untuk iklim lembab Indonesia, Brine soap lebih mudah disimpan, karena Salt bar disini menghasilkan sabun yang terus menerus mengeluarkan air (seperti keringat) karena garam menyerap kelembaban dari udara. 

Bicara mengenai garam, ada mineral dan elemen lain yang ditambahkan ke dalam sabun. 
Garam laut sudah digunakan sejak ribuan tahun lalu sebagai bahan perawatan kulit. Mandi dengan garam laut menyembuhkan bermacam gangguan kulit (serta beberapa masalah otot dan sendi). Ini adalah alasan yang baik untuk menambahkan garam ke dalam sabun :)

Garam meremajakan kulit dengan membuka pori2 dan membersihkannya. Kulit akan dibersihkan dari kekusaman, toksin dan keringat sehingga menghasilkan kulit yang lembut dan bercahaya. Air garam sudah banyak digunakan di banyak spa untuk perawatan dari ujung kepala sampai ujung kaki. Jadi manjakan diri Anda dengan sabun garam hari ini ^__^

Dua cara untuk menambahkan garam ke dalam sabun adalah dengan menambahkan pada saat trace (disebut salt bar) atau melarutkan garamnya terlebih dahulu ke dalam air sebelum menambahkan NaoH ke dalam air garam tersebut (Brine Soap).
Jika pada salt bar penambahan garam dihitung sekian persen dari berat oil, pada Brine soap, berat garam dihitung sekian persen dari berat air. Kedua jenis sabun ini tentu saja perlu penyesuaian resep karena garam akan mereduce busa ;)

Metode kedua (Brine) sudah lama dikenal di Jerman dan hampir tidak diketahui pembuat sabun lain di seluruh dunia. Sabun ini dikenal dengan nama 'Sole Seife' di Jerman atau diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai sabun air garam atau sabun air asin. 

Brine Soap memiliki beberapa sifat menarik yaitu:

1. Sabun akan menjadi sangat keras
Bahkan tanpa minyak kelapa sawit, sabun akan mengeras dengan sangat cepat. Kita harus sangat hati hati pada saat menambahkan fragrance oil atau essential oil. Pilihlah yang tidak mempercepat trace dan jangan menunggu sabun mencapai trace. 

2. Warna sabun
Sabun akan berwarna putih atau beige. Bahkan jika kita menambahkan pewarna, warna yang dihasilkan akan menjadi sangat muda (pastel color).

3. Sabun tidak mengalami fase gel
Tidak perlu membungkus sabun setelah dimasukkan ke dalam cetakan, atau tidak perlu menjaga suhu sabun tetap hangat untuk menjaga proses gelling. Sabun tidak akan melalui proses gelling. Sangat disarankan untuk menuang sabun ke dalam cetakan tunggal sehingga tidak perlu dipotong (sulit sekali memotong sabun garam tanpa membuatnya pecah). Juga jangan membuat sabun garam dalam jumlah banyak dalam satu batch, saya membuatnya dalam 500Gr base oil ;)

Yang perlu diingat, adonan sabun jangan sampai mencapai medium trace, cukup sampai tercampur merata, dan cukup sampai very light trace. Kalau sudah sampai mengental, adinan akan susah dituang ke dalam mold karena sudah mengeras, sehingga hasilnya tidak akan mulus. Ingat, sabun dengan salt akan cepat mengeras. 

















Friday, April 11, 2014

Troubeshooting: Partial Gel Pada Sabun Cold Process

Apa sih yang dimaksud dengan partial gel?
Partial gel adalah dimana bagian tengah sabun lebih gelap dan lebih transparan daripada tepi luar sabun.

Lalu apa yang menyebabkan terjadinya partial gel?

saponifikasi adalah reaksi eksotermis, yang berarti ia melepaskan panas. Jika ada cukup panas selama proses saponifikasi, kalian akan melihat fase gelling dimana bagian tengah sabun mulai terlihat seperti gel transparan (seperti vaseline atau balsem vicks).

Saya sering memperhatikan banyak sabun yang selama proses gelling mencapai suhu hingga 104 derajat celsius. Wow.....

Sabun yang telah geling cenderung lebih transparan dan lebih gelap (dan kadang-kadang, warnanya lebih gelap). Sabun yang tidak/belum gelling lebih buram dan cenderung berwarna kusam.


Jika sabun mendingin sebelum fase gelling mencapai tepi cetakan, hasilmya sabun akan mengalami partial gel.

Bagaimana caranya mencegah partial gel?
Partial gel dapat dicegah baik dengan mendorong adinan sabun untuk fully gelling atau tidak mengalami fase gelling sama sekali.

Untuk fully gelling, cobalah:

  • Buat sabun di suhu 40-60 derajat celcius.
  • Tutup sabun dengan karton dan bungkus dengan kain yang dapat menahan panas dengan baik seperti wool atau felt.
  • Oven proses sabun dengan meletakkan adonan sabun pada oven di suhu 75-80 derajat celcius selama kurang lebih 15 menit , matikan oven. Biarkan sabun berada di dalam oven sampai proses saponifikasi selesai (Jangan membuka pintu oven untuk mengintip karena hal tersebut dapat melepaskan panas dari dalam oven).
  • Letakkan cetakan sabun di atas heating pad (contoh: bantal listrik) selama proses saponifikasi.
Untuk menghindari fase gelling, cobalah:
  • Buat sabun pada suhu ruangan, tergantung pada resep dan bahan tambahan (additive). Hati-hati dengan hard oil atau bahan tambahan yang memiliki titik leleh rendah (seperti cocoa butter, shea butter, stearic acid atau beeswax!).
  • Letakkan sabun dalam lemari es atau freezer (tergantung pada additive yang digunakan). Lemari es biasanya sudah cukup kecuali dalam kasus additive yang mempercepat panas seperti madu atau susu).
Apakah Sabun masih dapat digunakan?
Tentu saja!  Tidak diperlukan fase gelling penuh untuk membuat sabun tersebut terbentuk (jadi). Panas merupakan tolak ukur saponifikasi. Dan akan membuat sabun menjadi keras lebih cepat.

Sabun yang mengalami partial gel atau tidak mengalami gelling sama sekali akan memakan waktu lebih lama untuk saponifikasi. Selama resepnya benar, sama sekali tidak ada masalah apakah sabun tersebut dapat digunakan atau tidak.

Apakah sabun dengan partial gel dapat diperbaiki?
Jika kalian melihat sabun menjadi dingin (cooling off) sebelum mencapai gelling penuh, kalian bisa mencoba trik di atas untuk mendorong fase gelling.

Kadang kadang dapat juga dengan oven proses sabun tersebut (di dalam cetakan) dalam waktu 24 jam jika ketahuan mengalami partial gel. Hal ini dapat memakan waktu 30 s/d 45 menit dalam oven dengan suhu 75-80 derajat celcius.

Perhatikan selalu sabun kalian sehingga kalian tidak membuatnya kering atau terlalu panas (overheating). Perhatikan tanda tanda overheating seperti retakan di atas permukaan sabun atau pembesaran sabun di dalam cetakan. 



Contoh sabun yang mengalami partial gel


courtessy of sphandmadesoap.blogspot.com



Sabun yang retak di atas permukaan



Sabun yang membesar di dalam cetakan (biasa dikenal denga istilah soap volcano).









Monday, March 24, 2014

Bagaimana Membuat Resep Sabun Yang Baik

Halloooooo, bagaimana kabar teman-teman semuanya? Belakangan ini saya memang jarang buka blog lagi karena kesibukan yang cukup padat :)

Kali ini saya mau membahas tentang bagaimana menciptakan resep sabun yang baik. Ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh murid murid kursus saya. Jawaban paling simple yang selalu saya katakan pada murid murid kursus sabun saya adalah dengan memperhatikan komposisi sabun, yaitu 60:40 (hard oil:soft oil).

Mari kita bahas lebih mendalam lagi tentang topik yang satu ini.

Resep sabun terbaik menghasilkan sabun dengan busa yang creamy (lembut) dan melimpah. Ini menghasilkan sabun yang keras dan tahan lama (cukup tahan lama maksudnya). 

Sebuah sabun yang sempurna membersihkan kulit tanpa membuatnya kering, dan memiliki takaran yang tepat antara minyak maupun additive (bahan tambahan) yang baik bagi kulit.

Fitur yang saya suka dalam sabun saya mungkin berbeda dari yang Anda suka. Saya suka sabun dengan busa yang cramy. Saya suka sabun yang keras juga, maksudnya biar ga penyok2 kalo dipegang keras atau jatuh di kamar mandi :p


Semua faktor ini membedakan performa sabun yang berbeda, sehingga pada akhirnya membedakan sabun yang menurut saya baik dengan sabun yang menurut orang lain baik.

Jadi? Apa rahasia sabun yang baik kalau begitu?
Pelajarilah  profil asam lemak Anda, memahami sifat minyak Anda. Menciptakan formula sesuai dengan keinginan Anda adalah sesuatu yang seru (paling tidak bagi saya, hehe....)


Kalau kamu suka sabun dengan ukuran gelembung yang besar dan busa yang melimpah, cobalah:

  • Tingkatkan persentase minyak yang berkontribusi terhadap busa, seperti minyak kelapa, minyak, inti sawit (palm kernell), dan minyak babassu 
  • Turunkan discount fat dari total minyak, karena terlalu banyak discount fat akan mengurangi busa.
  • Gunakan bahan tambahan yang mempengaruhi peningkatan busa seperti sodium citrate, sodium lactate, gula.
  • Mengganti air dengan booster busa yang mengandung gula, seperti bir atau wine.
Jika busa yang stabil yang dicari, cobalah:
  • Gunakan castor oil (minyak jarak) sebesar 5% sampai 10% dari resep Anda. (Hati hati, menggunakan minyak jarak lebih dari 15% cenderung membuat bar lengket, berminyak, dan seperti karet.).
  • Menambah atau meningkatkan minyak yang mendukung busa, seperti minyak almond, cocoa butter, palm oil, shea butter, atau sunflower oil.
  • Mengurangi minyak yang tidak berkontribusi banyak untuk busa (atau menguranginya), seperti minyak zaitun.
Jika Anda ingin meningkatkan kadar kelembaban dalam resep sabun, cobalah:

  • Mengganti air dengan cairan alternatif, seperti susu kambing (atau susu lainnya), yoghurt, atau jus lidah buaya.
  • Meningkatkan superfat dari total minyak, melembabkan kulit.
  • Menambah atau meningkatkan minyak yang melembabkan, seperti apricot kernell oil,  avocado oil, olive oil, rice bran oil, atau sunflower oil.
  • Menambahkan "minyak mewah" sebesar 5% sampai 10%, seperti argan oil, evening primrose oil, flaxseed oil, hempseed oil, jojoba oil, meadowfoam oil, pumpkin seed oil, atau wheatgerm oil.

Jika ingin meningkatkan kadar kerasnya sabun, cobalah:
  • Tingkatkan rasio hard oil vs soft oil, dengan menggunakan persentase yang lebih tinggi dari hard oil (minyak yang padat pada suhu ruangan).
  • Menambahkan stearic acid sebanyak 0.5% - 1% dari total resep.
  • Tambahkan beeswax sebanyak 1% - 5% dari total resep.
  • Tambahkan sodium lactate sebanyak 1% - 3% dari total resep.

Itu saja?

Ingat, bahwa semua ini adalah pedoman kasar untuk membantu Anda menemukan resep sabun terbaik ANDA. Profil asam lemak minyak dan sabun resep Anda saat ini akan memiliki pengaruh besar pada apakah tips ini akan bekerja untuk Anda. Mempelajari profil asam lemak dari minyak masing-masing dan sifat apa yang mereka kontribusi untuk resep Anda adalah kunci untuk sukses membuat sabun.

Happy soaping ^__^


Credit: http://www.modernsoapmaking.com/secret-to-the-best-soap-recipe/



Monday, February 3, 2014

Soap Behaving Badly

Artikel ini diambil dari web soapqueen, bagus untuk dibaca dan dipelajari :)
Selama mengajar, banyak murid yang gagal karena fragrance oil, karena itu kebetulan sekali soapqueen menulis artikel ini.


Note about testing: We tested all of these (non-Bramble Berry) fragrances in 1 pound batches using our Lots of Lather Quick Mix


Exhibit A: Acceleration


Acceleration occurs when a fragrance oil brings the batter to trace extremely quickly — sometimes too quickly to work with! In the case above, the fragrance oil thickened the batter to the consistency of pudding almost immediately after being mixed in with a spoon (notice the top left photo). Just to see how thick we could get it, we took a stick blender to it to see if it would seize, which is a more advanced form of acceleration. Seized soap is the more like the texture of Play-Doh or clay, and at that point it’s almost impossible to pour into a mold or work with at all. In this case, the fragrance got fairly thick, but we still managed to glop it into the mold. If you have a seizing or accelerating fragrance, just get that batch into the mold as quickly as you can. Be prepared for it to heat up quickly. Often there is a correlation between the acceleration/seizing and excessive, quick heat in your soap batch. On to the next one!

Note: Although we stick blended the batter for the purpose of experimentation, we generally do not recommend stick blending fragrances into your soap batter. It can cause even the most well-behaved fragrance oils to accelerate or seize up.

A closer look at accelerated soap. Notice that thickness!

The work around: Although the fragrance did accelerate trace, the batter itself was not unworkable. While it wouldn’t be suited to a design with intricate swirls, a thick batter like this would be well suited to simple soap design, such as a straightforward layered soap or a solid-colored soap.


Exhibit B: Ricing, intense discoloration
This batch was an excellent example of ricing. Ricing occurs when an ingredient in the fragrance oil binds with some of the harder oil components in the recipe to form little hard rice-shaped lumps.

Up close & personal with ricing. This batch looks like tapioca pudding!

The work around: Often, ricing can be stick blended out. However, in utilizing the stick blender to smooth your soap out, you may end up with a much thicker trace than expected. Notice the photo in the bottom right-hand corner of the collage — the soap was as thick as pudding after we stick blended the rice granules out. We managed to spoon it into the mold and it retained a relatively smooth texture.
This soap is also a great example of the discoloration that can occur as a result of vanilla content in fragrance oil. It may look like a nice creamy white in the mold, but after hardening for a few days this soap turned chocolate-y brown. Scroll down for final photos.

Exhibit C: Separation, ricing and seizing

Out of all the fragrances we tested, this one was definitely the most misbehaved. It’s hard to tell from these small photos, but the batter showed separation almost immediately. Separation occurs when the fragrance oil can’t be mixed into the soap batter, and oil slicks can start to pool on top of the batter. It looks much like cream of wheat with butter on top! Separation can look a lot like ricing, and the two sometimes occur together. The main difference between them is you can see pools of oil on the soap with separation — it almost looks like it’s falling apart.

This is from a different batch of soap, but it shows a more intense example of separation. Notice the pockets of oil where the fragrance oil is pooling around the batter.

After we stick blended this batch, the batter started to seize. This is true seizing because the texture was beyond that of pudding like the other two; at this point it almost looked like gritty Play-Doh. Yuck!

Seizing at its finest!

The work around: This batch had so many issue that it would be hard to salvage. If it’s not lye heavy, making it into rebatch is always an option (for more on rebatch, check outthis tutorial or this Soap Queen TV episode). If you determine it’s lye heavy by doing a zap test or using a pH strip, consider making it into laundry detergent, which is easy to make and ensures no soap goes to waste. If the soap is fairly soft and fresh, Hot Process Hero is the way to go to salvage the batch. It’s a variation on the traditional hot process method that creates a rustic bar of soap.

The Final Soaps

So how did these three batches fare after being scooped into the mold and allowed to harden? Check it out below:
Immediately after being glopped into the molds. From left to right: Exhibit A, Exhibit B, Exhibit C

After being allowed to harden for 2 days. From left to right: Exhibit A, Exhibit B, Exhibit C

Notice that after it hardened, Exhibit A’s fragrance oil caused intense gelling in the middle of the soap. The fragrance also formed small brown spots throughout the soap. Exhibit B fared the best of the bunch, but notice how brown it turned! Finally, Exhibit C struggled the most. The texture was rough and almost crumbly.

From left to right: Exhibit A, Exhibit B, Exhibit C

Just for fun, we cut into each soap. Exhibit A went through gel phase in the center (notice that dark, oval circle) as well as discoloration from vanilla content in the fragrance oil.Exhibit B went through textbook vanilla discoloration, showing the dark brown on the outside and creamy white in the center. Exhibit C was so thick when it was poured that there were bubbles throughout — notice the small hole where an air bubble was trapped.

Bonus bad soap behavior
Alien Brain: Not only do we get fragrances to test, we get various oils and butters too. This soap was made using pumpkin seed oil, and it caused a crazy phenomenon called Alien Brain. Alien brain happens when the soap overheats, which is clearly what happened here. Notice that the entire loaf is gelled throughout! The great thing about Alien Brain though is that it is a purely cosmetic issue, and does not affect the rest of the soap. With a little steaming to get rid of the soda ash, this soap would look great!


Soap Volcano: Natural sugars (including fruit purees) and alcohol in cold process soap can super heat the soap and cause what’s known as a soap volcano. This soap had pumpkin puree in it, and the mini soapy eruption was relatively mild. Once unmolded,we simply cut a few inches off the end and the soap was perfect.

In other instances though, the sugars can super-heat the batter so much that it causes the soap to overflow out of a mold into a soapy lava flow. That’s what happened to thiscoconut milk soap:

With gloves on, you can scoop the soap back in as it starts to deflate. Or, Hot Process Herothe soap out when it’s fully cooled.

General tips for good soapy behavior
Although some fragrances will inevitably cause issues, there are a few things you can do to ensure you get well-behaved batter.

  • First, make sure you are soaping at lower temperatures. We like to soap when the lye water and oils are about 120 degrees F. When soaping at hotter temperatures, you run the risk of accelerating trace, creating a heat tunnel or causing a soap volcano.
  • Double check to be sure your recipe checks out with the lye calculator and that you are using the recommend amount of water. Water discounting can cause the batter to accelerate.

  • Take the fragrance oil for the batch and mix it with an equal amount of liquid oil (you can pull it out of the regular recipe or just add extra superfatting oils) and heat the mixture up for 20 seconds in the microwave to bring the temperature of the fragrance up so it’s not quite as cold when the product is added to the soap batter.

  • Whisk in fragrances and colorants after the batter reaches trace. Even the best recipes and fragrances will thicken up if you stick blend them too much.

  • Using recipes with lots of soft oils, such as Olive, Sunflower or Rice Bran, tend to maintain a thinner trace longer.

Thursday, July 18, 2013

The Gelling Process

Disini saya posting foto proses gelling sabun.

Saya lupa foto sabunnya pada saat dituang ke cetakan. Jadi, langsung ke foto proses gelling 40 menit setelah dituang ke cetakan :)
Pada saat dituang, semuanya berwarna krem muda seperti di pinggiran ini.


40 Menit setelah dituang ke cetakan, awal proses gelling. Terlihat proses gelling dimulai dari tengah, bagian tersebut mulai menjadi transparan



1 jam 10 menit kemudian, sabun semakin transparan, disini adonan sabun menjadi lunak.



2,5 jam kemudian, proses gelling sudah selesai, sabun kembali mengeras, warna kembali pekat.
Sabun belum bisa dipotong pada tahap ini, biasanya bagian tengah belum mengeras sempurna. Kita tetap harus menunggu 24-48 jam untuk mengeluarkan sabun dari cetakan dan dipotong.

Friday, April 12, 2013

Rebatching

Bagaimana memperbaiki 'kesalahan' dari sabun yang telah dibuat atau memanfaatkan sisa sabun yang tidak terpakai


Seorang murid saya dengan paniknya mengatakan bahwa dia lupa menaruh fragrance oil pada sabunnya, sementara sabun tersebut sudah sehari dalam cetakan.
Jangan panik, kita masih bisa memperbaiki hal tersebut dengan mencairkan kembali sabun (Cold Process) tersebut, dalam dunia soapmaker, ini disebut rebatching.

Ada beberapa cara untuk melakukan rebatching, menggunakan crock pot (slow cooker) dan boil in bag.
Cara yang paling saya suka (dan palng simple menurut saya) adalah dengan metode Boil in bag.

Berikut step stepnya:

1. Potong potong sabun dalam potongan kecil, atau parut menggunakan parutan keju. Taruh potongan sabun tersebut dalam plastik tahan panas (atau ziplock tahan panas). Tambahkan dua atau 3 sendok makan aquades jika perlu.




2. Siapkan air panas dalam panci, nyalakan kompor dengan api kecil(paling kecil). Rendam kantong yang berisi potongan/parutan sabun tersebut di dalamnya.



3. Setelah beberapa saat, sabun akan mencair menjadi seperti gel transparan.




4. Angkat sabun yang telah mencair tersebut dan tekan tekan untuk melihat apakah masih ada potongan sabun yang belum mencair. Jika sudah mencair semua, Anda bisa menambahkan additive lain yang ingin anda tambahkan ke dalam adonan sabun tersebut. Potong ujung kantong plastik tersebut dan tuang ke dalam cetakan kembali. Biarkan dingin dan mengeras seperti biasa.



Note: Hati hati memegang plastik yang berisi adonan sabun yang cair, gunakan sarung tangan karena suhunya panas. 

Awal Tahun 2025

Halo semuanya ^__^ Sudah sekian tahun tidak menulis blog, karena alasan kesibukan, dan sering bolak balik keluar kota menemani orangtua saya...