Wednesday, May 24, 2017

Gems Soap


                        Source: Cocorosa                                                         Source: alanajonesmann


Sabunnya cantik??? yes of course :D
Bisa bikinnya? Bisa, tapi ga mau :p
Lho kenapa? Saya ga mainan melt and pour soap. That's it

Saya punya alasan tersendiri kenapa ga mau bikin sabun mode gems maupun sabun transparan. 
Sabun sabun demikian hampir pasti dibuat dengan melt and pour soap base  (biasa disingkat dengan MP soap), sedangkan saya menghindari MP soap. Semakin crystal clear/transparan sabun tersebut, maka bisa dipastikan MP soap base nya mengandung SLS (Sodium Laureth Sulfate) yang merupakan bahan detergent yang justru saya hindari karena untuk jangka panjang akan membuat kulit menjadi kering. 
Bikin sabun dengan MP base tuh gampang kok, tinggal dicairkan, kasi warna, kasi wangi, selesai. Kita ga bikin sabun tersebut from scratch, yang artinya kita ga mengontrol bahan bakunya, sedangkan saya type soaper yang lebih suka utak atik bahan baku untuk mendapatkan benefitnya di kulit, tapi bagi yang penasaran pengen bikin, di bawah ini saya berikan link cara membuatnya. Beli soap basenya dimana? tokopedia banyak tuh, search aja dengan kata kunci: chip soap. Harganya murah pake banget, jadi kalau ada yang njual sabun transparan dengan harga mahal, hati2 tertipu penampilan sabun, hehehe....


Link: How to make Gemstone Soap Rocks by Rustic Escentuals
        Freeform Purple Gemstones by Soap Queen
        How to Make Soap Gems  by Soap Queen TV

Monday, April 24, 2017

Supplier bahan baku yang baik

Saya perhatikan, sekarang ini sudah jauh lebih banyak supplier bahan baku kosmetik yang jualan secara online, baik di web sendiri maupun di portal e-commerce seperti tokopedia, bukalapak dan lain lain.

Sayangnya, banyak dari seller tersebut tidak mencamtumkan INCI maupun informasi lengkap dari bahan baku yang mereka jual. Saya tanyakan di kolom diskusi maupun lewat inbox, jawabannya ga jelas. 
Untuk seller seperti ini, saya sarankan Anda harus berhati hati. 

Contoh: Seller 'X' misalnya, menjual preservative dengan nama 'ABCD' misalnya, hanya disebutkan preservative ini "Efektif melawan mikroba, bakteri, kuman, jamur, patogen, dll"
TIDAK ADA INCI, TIDAK ADA INFO DI PH BERAPA BAHAN INI AKTIF, TIDAK ADA INFO DI SUHU BERAPA BAHAN INI DITAMBAHKAN, DAN LAIN LAIN.

Ini berbahaya, Anda harus tahu apa yang Anda taruh ke dalam produk Anda bukan? Selain itu, untuk labelling, Anda harus mencantumkan INCI nya secara lengkap. 

Saya tanyakan INCI nya apa, pertanyaan saya tidak dijawab. Paling kesal kalau sudah begini. Muke gile, niat ga sih jualan? 

Produk surfactant misalnya, kalau yang umum macam coco betaine sih bisa di google. Tapi kalau yang tidak umum dan dijual dengan brand name nya, darimana bisa tau apa isinya? ini anionic, nonionic, cationic, atau amphoteric surfactant??? Actives nya berapa persen? PH dalam sekian persen solutionnya berapa? Lama lama pusing sendiri ngadepin seller yang jualan tanpa mau kasih informasi tentang jualannya (entah pelit atau memang ga ngerti tapi sok tau).

Herannya, yang beli manut manut aja disuruh pake berapa banyak dan lain lain. Bodoh sekali 😫😫

*sekedar surhat....


Wednesday, February 8, 2017

Manfaat Oatmeal untuk kulit Anda




Lebih dari sekedar makanan sehat :D

Oatmeal secara alami kaya akan vitamin, mineral, antioksidan dan lipid.

Banyak penelitian ilmiah telah dilakukan tentang manfaat oatmeal dan menunjukkan bahwa oatmeal memiliki efek pelembab yang berkelanjutan.

Secara signifikan meningkatkan kekeringan kulit dan kekasaran, dan efek ini berlangsung bahkan setelah penggunaan produk yang mengandung oatmeal  telah berhenti.

11 alasan untuk menggunakan Oatmeal dalam produk perawatan kulit alami Anda


  1. Membantu menjaga kulit terhidrasi dengan membentuk lapisan pada permukaan kulit, yang mempertahankan kadar air pada kulit
  2. Memungkinkan pembersihan alami dan lembut kulit karena kehadiran saponin
  3. Mengelupaskan kulit secara lembut
  4. Melembabkan, menenangkan, memberi gizi, dan secara signifikan membantu meingankan kekeringan kulit dan kekasaran.
  5. Membantu mengurangi peradangan kulit sehingga ideal untuk mengobati kondisi kulit inflamasi.
  6. Melindungi kulit dari iritasi yang disebabkan oleh Sodium lauryl sulfat (SLS)
  7. Memiliki sifat antioksidan karena adanya berbagai jenis fenol termasuk ferulic and caffeic acids.
  8. Mengandung flavonoid yang memiliki UVA screen yang kuat (mereka menyerap UVA).
  9. Non iritasi dan memiliki potensi alergi rendah
  10. Cocok untuk semua jenis kulit termasuk kulit sensitif dan masalah kulit seperti jerawat, eksim dan psoriasis
  11. Murah dan tersedia dimana mana!

Friday, January 20, 2017

20 Minyak terbaik untuk mengatasi Eczema

Mengapa menggunakan minyak untuk eczema?

Eczema atau eksim (juga dikenal sebagai dermatitis) adalah suatu kondisi kulit kering. Hal ini secara luas dianggap sebagai penyakit kulit yang paling umum. Eksim merupakan istilah yang secara umum digunakan untuk berbagai kondisi kulit. Termasuk kekeringan dan kulit yang mengalami ruam berulang, yang ditandai dengan satu atau lebih gejala seperti: kemerahan, edema kulit (pembengkakan), gatal-gatal dan kekeringan, pengerasan kulit, mengelupas, retak, berair, atau perdarahan.


Jika Anda memiliki eksim, kulit Anda mungkin tidak menghasilkan banyak lemak dan minyak seperti orang lain, dan akan kurang mampu menahan air. Oleh karena itu pelindung  kulit Anda tidak sebaik sebagaimana mestinya. Jarak terbuka antara sel-sel kulit mereka tidak cukup menahan air. Kelembaban kemudian hilang dari lapisan kulit yang lebih dalam, yang memungkinkan bakteri atau iritan lebih mudah masuk. Beberapa zat sehari-hari berkontribusi terhadap rusaknya kulit. Sabun, mandi busa dan cairan cuci-up, misalnya, akan menghilangkan minyak dari kulit siapa pun, tetapi jika Anda memiliki eksim, kulit Anda rusak lebih mudah, cepat menjadi retak dan radang.

Menurut UK’s National Eczema Society, dasar untuk mengatasi  dan mengobati eksim adalah untuk menjaga kulit tetap lembut dan lentur. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan emolien, yang menjaga kulit tetap lembab. Emolien menenangkan dan meredakan gatal, memproduksi lapisan minyak di atas permukaan kulit yang menahan air di bawahnya. Perbaikan yang dihasilkan dari fungsi pelindung kulit dengan emolien mencegah masuknya zat iritan, alergi dan bakteri sehingga mengurangi atau mencegah eksim untuk berkembang.


Sekarang mari kita lihat minyak nabati yang dianggap baik untuk mengatasi dan / atau mengobati eksim dan gejalanya.



Almond oil
1. Almond Oil (Prunus dulcis amygdalus) - Almond oil / sweet almond oil adalah salah satu carrier oil yang paling sering digunakan karena cukup ringan dan tersedia secara luas. Minyak almond secara tradisional dibuat dengan cold pressed tetapi banyak minyak almond yang dijual di pasaran diekstraksi menggunakan pelarut. Minyak ini merupakan emolien yang baik dan menutrisi kulit kering. Almond oil berguna untuk mengurangi gatal yang disebabkan oleh eksim.

2. Jojoba Oil (Simmondsia sinensis) - Meskipun jojoba disebut minyak, sebenarnya merupakan liquid wax. Struktur molekulnya sangat mirip dengan sebum, minyak alami yang dihasilkan oleh kulit kita, yang berarti bahwa jojoba oil menyerap sangat mudah dan tidak merasa berminyak. Memiliki sifat terapeutik  untuk kulit kering dan eksim.

3. Apricot Kernel Oil (Prunus armeniaca) - Memiliki susunan kimiawi yang mirip minyak almond, minyak aprikot juga merupakan emolien dan bermafaat. Minyak aprikot melembutkan, mudah diserap dan juga bagus untuk menghilangkan gejala-gejala gatal eksim. Minyak ini tidak digunakan sebanyak minyak almond karena sedikit lebih mahal.

4. Hemp Seed Oil (Cannabis sativa) - Jangan khawatir, hemp seed oil tidak mengandung sifat psikoaktif! Bahkan, hemp seed oil merupakan sumber yang kaya akan asam lemak esensial dan telah diyakini membantu  gejala gatal eksim.


Borage Seed Oil
5. Borage Seed Oil (Borago officinalis) - Borage seed oil merupakan salah satu sumber Gamma Linolenic Acid, asam lemak esensial

6. Evening Primrose Oil (Oenothera biennis) - Sama seperti minyak borage, evening primrose oil kaya akan asam lemak tak jenuh yang digunakan untuk memperbaiki dan memelihara jaringan kulit. Evening primrose oil sering digunakan dalam bahan  baku kosmetik dan baik untuk kulit kering. Minyak ini dipercaya bermanfaat untuk eksim dan penyembuhan luka.

7. Chamomile Oil- salah satu macerated oil (atau dikenal sebagai infused oil) yang baik adalah yang mengandung bunga chamomile. Chamomile adalah anti-inflamasi, antibakteri dan fungisida. Uji klinis telah menunjukkan bahwa penggunaan chamomile mengurangi kasus dermatitis.

8. Cumin Seed Oil (Cuminum cyminum) - Sering digunakan untuk memasak, tetapi juga dikenal karena sifat kosmetik dan dianggap efektif dalam kasus eksim dan iritasi kulit 
lainnya.

9. Calendula Oil (calendula officinalis) - Minyak ini diperoleh dengan merendam kelopak calendula dalam vegetable oil lain untuk mengekstrak manfaatnya. Proses ini dikenal dengan sebutan macerated oil atau infused oil. Calendula dikenal banyak manfaatnya bagi kulit  dan dapat digunakan untuk mengobati memar, luka dan eksim. Juga berguna untuk kulit pecah-pecah dan kering.


10. Kukui Nut Oil (Aleurites Maluku) - Juga dikenal sebagai 'kemiri', pohon kacang kemiri ditemukan di seluruh daerah tropis namun paling dikenal di Polinesia dan Hawaii. Hawaii telah menggunakan minyak kacang kukui selama ratusan tahun untuk melindungi dan menyembuhkan kulit. Kukui nut oil mudah diserap ke dalam kulit dan baik untuk eksim dan kulit kering.

11. Carrot oil (Daucus carota) - Sama seperti calendula, minyak wortel dibuat dengan merendam wortel (kering) dalam vegetable oil. Wortel digunakan untuk kulit gatal, menenangkan dan dianggap membantu dalam mengobati eksim. Jangan terbalik dengan carrot seed essential oil, yang sangat berbeda dengan carrot oil.

12. Perilla Seed Oil (Perilla frutescens) - Perilla seed oil merupakan sumber yang kaya asam lemak tak jenuh, vitamin dan asam amino. Dapat digunakan untuk mengobati eksim kering. 

13. Safflower oil (Carthamus tinctorius) - Safflower oil digunakan dalam kosmetik. Melembutkan dan membantu melawan eksim dan kulit kasar.

14. Peach Kernel Oil (Prunus persica) - Sama seperti minyak almond dan apricot kernel oil, peach kernel oil cocok untuk kulit kering dan sensitif dan mengurangi gatal eksim. Menyerap mudah namun perlahan. Merupakan minyak yang mild, cocok untuk berbagai jenis kulit.

15. Sea buckthorn Oil (Hippophae rhamnoides) - Merupakan infused oil lain. Sea busckthorn oil mengandung kadar asam lemak esensial tinggi dan digunakan untuk menyembuhkan luka kulit seperti eksim.

16. Rosehip Oil (Rosa canina) - Rosehip oil sering digunakan dalam kosmetik dan merupakan sumber alami asam retinoat yang luar biasa, bekerja dengan baik untuk jaringan parut, luka bakar dan eksim.

17. Tamanu Oil (Calyphyllum inophyllum) - Pohon tamanu merupakan tanaman asli Afrika Timur tapi tumbuh di seluruh belahan bumi selatan. Setiap pohon hanya menghasilkan sekitar 4-5 liter minyak per tahun yang menjadikan bahan ini mahal harganya. Minyak ini diklaim memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat digunakan untuk mengobati berbagai masalah rambut, kulit kepala dan masalah kulit, termasuk eksim.

18. Sesame Oil (sesame indicum) - Sering digunakan dalam masakan Asia, minyak biji wijen tinggi akan kandungan vitamin A, B dan E serta kalsium, magnesium dan fosfor. Minyak ini juga digunakan dalam berbagai bahan baku kosmetik (termasuk shampoo, tabir surya, sabun) dan digunakan untuk eksim  kering berkat  sifat melembutkan kulitnya. 

19. Wheatgerm oil (Triticum vulgare) - Minyak ini mengandung kadar vitamin E tinggi yang merupakan antioksidan alami dan mencegah minyak teroksidasi dengan cepat. Kadar vitamin E pada wheatgerm oil sekitar 3.500 ppm dibandingkan dengan 250-600ppm di minyak tumbuhan lainnya (Harga, 2008). Antioksidan alami membuat whatgerm oil menjadi minyak anti-penuaan yang baik karena melembutkan kulit dan membantu regenerasi sel. Untuk alasan inilah wheatgerm oil juga berguna untuk eksim kering (dry eczema).

20. Walnut Oil (Juglans regia) - Walnut oil sering digunakan pada bahan baku perwatan rambut dan kulit. Dipercaya efektif dalam mengobati eksim. Walnut oil merupakan emolien yang sangat baik.


Sumber: Herb & Hedgegrow

Monday, December 5, 2016

Menghitung Volume Cetakan Sabun


Banyak murid dan soapmaker lain yang bertanya tentang cara menghitung volume mold. Berikut cara menghitungnya:

Hitung dimensi dalam (inner size) cetakan anda. 

Rumus (dalam cm):  
Panjang x Lebar x Tinggi x 0.7 atau 0.65 = Jumlah oil dalam gram

Rumus ini dihitung dengan asumsi mendekati full water dalam resep (38%).

Contoh: 
Jika ukuran dalam cetakan Anda adalah 15 x 7 x 8, maka perhitungannya adalah sebagai berikut: 15 x 7 x 8 x 0.7 = 588 gram. 

Detail lebih rinci tentang cara menghitung volume sabun bisa dibaca di sini





Saturday, May 28, 2016

Yuk diskusi lewat komen

Wah, tak terasa sudah tiga bulan saya tidak menulis untuk blog ini. Saya sedang banyak kesibukan sehingga blog ini jadi ter'lupa'kan. 

Saya menulis blog dengan tujuan untuk sharing dan mengajak pembaca untuk berdiskusi. Tapi saya lihat pembaca lebih suka email atau chat langsung untuk bertanya. Ada baiknya Anda mengajukan pertanyaan di komen sehingga kita bisa sama2 diskusi dan pembaca lain bisa membacanya, sebab pertanyaan yang sama bisa diajukan sekian banyak orang dan saya harus mengetik jawabannya satu demi satu. Yuk diskusinya di komen aja :) Sharing is caring, right?

Sepertinya budaya pembaca Indonesia memang begitu ya? Beda dengan blog luar yang diskusinya di komen cukup aktif, kita bisa sama sama mengutarakan pendapat dan berbagi ilmu. 

Ssaya mengundang pembaca untuk aktif di komen jika ada yang ingin ditanyakan. Bagaimana kalau mulai sekarang saya ga usah jawab pertanyaan via email maupun chat? Saya sarankan untuk bertanya di komen :p

Thursday, March 31, 2016

Kamus INCI Umum

INCI? apa sih INCI itu?
Di ingredients list produk skincare, haircare, bodycare, banyak yang menuliskan bahan baku nya dengan menggunakan INCI nya. 
INCI adalah nama ilmiah dari bahan bahan tersebut, merupakan singkatan dari International Nomenclature of Cosmetic Ingredients.  

Beberapa soapers maupun produsen homemade skincare lokal juga banyak yang mencantumkan INCI nya dalam ingredient list. Anda bisa googling sendiri kalau ada yang tidak dalam list ini. Jadiiiii, kalau melihat ingredient list aneh aneh yang menurut kalian bukan bahasa manusia, jangan cepat cepat mengambil kesimpulan bahwa bahan tersebut berbahaya yaaaaa :)

Disini saya tuliskan (sebagian) dari INCI bahan baku kosmetik yang umum. Beberapa bahan seperti emulsifier dan preservative merupakan gabungan dari beberapa bahan, sehingga tidak dituliskan menjadi satu.




INCI  COMMON NAME
Achillea millefolium Yarrow
Allantoin Allantoin
Alchemilla vulgaris Lady's mantle
Aluminium chlorohydrate Aluminum salts
Aluminium zirconium tetrachlorohydrate gly Aluminum salts
Aloe Barbadensis Aloe Vera
Amaranthus Caudatus Amaranth
Amorphophallus Konjac Konjac glucomannan
Amyris Balsamifera West indian sandalwood
Aniba rosaeodora Rosewood
Anthemis Nobilis Roman chamomile
Argania Spinosa Argan
Aspalathus linearis Rooibos
Bacopa monnieri Brahmi
Beheneth 10 Beheneth 10 (emulsifier)
Benzyl Alcohol Benzyl alcohol  (preservative)
Boswellia Carteri Frankincense
Butylparaben Butylparaben (preservative) 
Butyrospermum parkii shea (butter or oil)
Caffeine Caffeine
Calendula Officinalis Marigold
Cannabis Sativa Hemp
Caprylic/capric triglyceride Fractionated coconut oil
Carthamus tinctorius Thistle (also known as safflower)
Centaurea cyanus cornflower
Cetyl Alcohol Cetyl alcohol (stabilizer)
Chamaemelum nobile Roman chamomille
Chlorogalum Soaproot
Citrus Aurantium Orange blossom (also called neroli)
Citrus Limonum Lemon
Cocamidopropyl Betaine Cocamidopropyl betaine (surfactant)
Coco caprylate Coconut 'silicone' 
Coco Glucoside: Coco glucoside (surfactant)
Cocos nucifera Coconut
Corylus Avellana Hazelnut
Cucurbita Pepo Pumpkin seed
Cyclomethicone Cyclomethicone (silicone) 
Daucus carrota Carrot seed
Decyl Glucoside Decyl glucoside (surfactant)
Dimethicone dimethicone (silicone)
Ethylparaben Ethylparaben (preservative)
Eleutherococcus senticosus Siberian ginseng (E. senticosus in the US)
Farnesol Farnesol
Garcinia Indica Kokum
Guar Hydroxypropyl Trimonium Chloride Guar gum
Glycol Distearate Glycol distearate (surfactant)
Glyceryl Stearate VE (emulsifier)
Hamamelis Virginiana Witch hazel
Helinthus annuus Sunflower
Hydrolized Corn, Wheat and/or Soy Protein Phytokeratin
Hydrolized Vegetable Protein Vegetable protein (from marine algae)
Hydrolized Silk Protein Silk protein
Isobutylparaben Isobutylparaben (preservative)
Isopropylparaben Isopropylparaben (preservative)
Jasminum Grandiflorum Jamine
Jasmin Sambac Jasmine
Juniperus Communis Common juniper
Konjak Glucomannan Voodoo lily
Laminaria Digitata Oarweed
Lanolin Lanolin
Lauryl Glucoside Lauryl Glucoside (surfactant)
Lavandula Angustfolia Lavender
Leptosperum petersonii Lemon scented tea tree
Leptospermum scoparium Manuka (also known as New Zealand tea tree)
Litsea Cubeba May Chang
Lupine Peptides Hydrolyzed lupine protein
Malva Sylvestris Mallow
Mangifera indica Mango
Matricaria Chamomilla German chamomile
Melaleuca alternifolia Tea Tree
Melissa Officinalis Lemon balm
Mentha Arvensis Wild mint (also: field mint and Japanese mint)
Mentha Piperita Pepermint
Methylparaben Methylparaben (preservative)
Mipa Laureth Sulphate Mipa Laureth Sulphate (surfactant)
Myoporum Sandwicense Bastard sandalwood 
Nelumbo nucifera Lotus
Oryza Sativa Rice bran
Panthenol Panthenol  (provitamin B5)
Paraffinum Liquidum Liquid paraffin
Pelvetia Canaliculata Channelled wrack
Pelargonium graveolens Geranium (also rose geranium) 
Persea gratissima Avocado
Petrolatum Mineral oil
Phenyl Trimethicone Phenyl Trimethicone  (silicone)
Plantago Lanceolata Narrowleaf plantain
Primula Veris Cowslip
Propylparaben Propylparaben  (preservative)
Prunus amygdalus dulcis Sweet Almond
Prunus armeniaca Apricot (kernel)
Pyrus Malus Apple
Retinol Palmitate A-vitamin
Rosa Centifolia Rose (cabbage)
Rosa Damascena Rose (damask)
Rosa Rubignosa Rosehips
Rosmarinus Officinalis Rosemary
Salvia Officinalis Sage
Santalum Album Sandalwood
Santalum Spicatum Sandalwood
Santalum Ellipticum Sandalwood
Santalum Freyincetanium Sandalwood
Santalum Paniculatum Sandalwood
Saponaria Officinalis Soapwort
Simmondsia chinensis Jojoba
Sodium Ascorbyl Phosphate Vitamin C
Sodium Cocoamphoacetate Sodium cocoamphoacetate (surfactant)
Sodium Cocoyl Glutamate Sodium Cocoyl Glutamate  (surfactant)
Sodium bicarbonate Baking Soda
Sodium Hydroxypropylsulfonate Laurylglucoside cross polymer Suga Nate (surfactant)
Sodium Hyaluronate Hyaluronic acid (also hyaluronan or hyaluronate) 
Sodium Lauryl Glucose Carboxylate Sodium Lauryl Glucose Carboxylate  (surfactant)
Sodium Laureth Sulfate SLeS  (surfactant)
Sodium Lauryl Sulfate SLS (surfactant)
Sodium Stearoyl Lactylate MF (emulsifier)
Solanum Lycoperiscum Tomato
Spirulina Maxima Spirulina
Squalane Squalane
Theobroma Cacao Butter Cocoa Butter
Thimerosal (also Merthiolate) Thimerosal   (preservative)
Tilia Cordata  Linden (also called Lime Blossom)
Titanium Dioxide Titanium Dioxide
Vaccinum Myrtillus Blueberry
Vaccinium Macrocarpon Cranberry
Veronica officinalis Common speedwell
Vitis vinifera Grapeseed







Awal Tahun 2025

Halo semuanya ^__^ Sudah sekian tahun tidak menulis blog, karena alasan kesibukan, dan sering bolak balik keluar kota menemani orangtua saya...